Cuaca Ekstrem Melanda Pelayaran Di Samudra Hindia

Cuaca Ekstrem Melanda Pelayaran Di Samudra Hindia

Flash Boat – BMKG telah mengeluarkan status peringatan dini terhadap seluruh pelayaran dini terhadap seluruh pelayaran di Samudra Hindia pada hari Selasa, 22 Mei 2016. Perkiraan BMKG Stasiun yang disampaikan oleh Fatmawati Soekarno Bengkulu Anjasman bahwa status bahaya berlaku untuk pelayaran dengan jenis kapal tongkang. Kapal yang digunakan untuk menangkap ikan yang berukuran besar serta seluruh jenis kapal yang akan melintasi Samudra Hindia hingga 25 Maret mendatang.

Ketinggian gelombang mencapai empat meter khusus di wilayah perairan sekitar pulau Enggano dan berpotensi lebih tinggi pada laut lepas sebelah barat Samudera Hindia. Kata Anjasman. BMKG juga melaporkan mengenai kecepatan angin di wilayah daratan Sumatera yang mencapai 22 knot atau 40 kilometer perjam. Kondisi tersebut diperparah dengan turunnya hujan yang berintensitas sangat deras. Ketebalan hujan untuk wilayah Bengkulu mencapai 114.1 milimeter termasuk dalam kategori yang sangat bahaya.

Berdasarkan hitungan BMKG ketebalah hujan 0 hingga 20 milimeter termasuk dalam kategori yang sangat ringan. Jika ketebalan hujan yang memasuki angka 20 hingga 50 termasuk dalam kategori sedang, sedangkan ketebalan hujan mencapai 50-100 termasuk dalam kategori yang sangat berbahaya.

Bahaya akan dampak yang ada di Samudra Hindia tersebut dirasakan oleh warga nelayan tradisional. Sebanyak tiga kapal yang telah dihantam oleh badai, salah satu kapal terisis empat nelayan bahkan dalam kondisi yang pecah.