Nikmati Gerhana Matahari Total Tanpa Khawatirkan Mata

Nikmati Gerhana Matahari Total Tanpa Khawatirkan Mata

Flash Boat – Clara Yono Yatini yang merupakan Kepala Pusat Sains dan Antariksa, menjelaskan bahwa, era dahulu Gerhana Matahari Total (GMT) jadi satu buah fenomena aneh bagi warga Indonesia. Terjadinya GMT sangat sering dikaitkan bersama beraneka mitos nenek moyang. Dahulu tidak sedikit orang yang belum mengetahui fenomena gerhana matahari keseluruhan. Tetapi lantaran disaat ini tidak sedikit media yang memberitakan mengenai gerhana matahari, maka banyak orang yang penasaran bersama gerhana matahari ini, jelas Clara.

Fenomena alam ini diperkirakan bakal berlangsung kepada tanggal 9 Maret 2016. Tapi cuma dapat tampak selama tiga menit pada 12 propinsi di Indonesia seperti di Sumatera Selatan, Kalimantan, serta Sulawesi. Fenomena langka ini dapat didisaksikan oleh siapapun. Tetapi yang butuh diperhatikan waktu sedang proses terjadinya gerhana. Tak dianjurkan menyaksikan dengan cara langsung matahari ketika sedang proses menuju gerhana.

Pasti dengan memakai pelindung mata, sebab seandainya menyaksikan dengan cara langsung sinar mataharinya amat kuat. Seandainya tidak, pasti dapat merusak mata, terang Clara. Kata dirinya, ada satu filter kusus yang sanggup mengurangi radiasi sampai beberapa ratus ribu kali yang di harapkan dipakai ketika proses terjadinya GMT. Alat itu dapat dilepas seandainya telah kepada puncak GMT.

Dirinya melanjutkan, GMT tak berlangsung tiap-tiap 33 tahun sekali, melainkan dapat berjalan kapan saja. Karakteristik kusus terjadinya GMT tergantung keadaan matahari aktif atau tidak.